Tuesday, February 17, 2015

To keep myself be myself.

Minggu 1 February 2015
10:58
I write this because nobody else would. HA HA


I love yellow no matter what. People said my aura and personality color is yellow too.
I grumble like a mom a lot. If you’re close enough with me, I’ll show you.
I am not into selfie or such things.
I have such a common man mindset. Simple and can’t stand with drama queen.
I am both coffee and tea person.
I like sunrise more than sunset. 
My physical battery will be drained right after Isya.
I always have a perception; time is the best healer.
I dont like books and movies which desperately tell about love.
I am afraid of giant lizard or geckos. I really want them to extinct.
Milky way is my biggest obsession. Top of my bucketlist.
I rarely cry. But once I did mostly because of Korean drama. Yuck.
I have a hate-hate-hate-love relationship with my acnes.
When I’m nervous or too excited, my mouth and my brain will be not syncronized. I will say different words from what I’m thinking. That’s weird but it happened a lot.
I am fangirling SHINee like crazy.
If you want me to fall in love with you, you just have to be smarter than me.
I am a newbie English Teacher but sometimes I randomly felt like losing my english skill. 
So that is why I write this random post in english.
To keep myself be myself.

 
hello, this is me,
Antykahfi

Saturday, January 31, 2015

Teruntuk Bunga Matahari.

Jumat 30 Januari 2015
21:12


Malam ini hujan.

Teruntuk Bunga Matahari yang kehujanan malam ini. Tertunduk sayu. Melindungi dirinya agar tidak basah. Agar tetap utuh. Agar masih bisa bertemu Matahari esok pagi.

Hujan ini semakin deras.

Titik hujan semakin kuat menerpa punggung Bunga Matahari. Dia tahu, dia harus bertahan. Walau tekadang bulir air begitu kuatnya jatuh menerpanya. Cuaca dingin ini tak membuatnya kedinginan. Karena selalu ada dalam pikirannya; Matahari akan bersinar menghangatkannya, besok pagi.

Semalaman hujan turun.

Semalaman pula Bunga Matahari meringkuk. Dia pasti lelah. Ingin segera berdiri tegak, menghangatkan diri, menatap Matahari. Inilah kekuatan aneh yang selalu muncul dalam dirinya. Kekuatan untuk membuatnya selalu bertahan. Agar bisa menatap Matahari, esok hari.

Akhirnya pagi datang.

Hujan sudah berhenti sejak dua jam yang lalu. Digantikan oleh kabut dingin yang nantinya akan berubah menjadi embun cantik. Yang akan menjadikan dia lebih cantik dari biasanya. Bunga Matahari kini kembali berdiri tegak menghadap ke arah timur. Dia akan bertemu dengan Matahari. Yang dipujanya sejak semalam.

Ternyata matahari tidak bersinar hari ini.

Masih bersisa awan mendung semalam. Menutup Matahari yang ingin dilihat olehnya. Angin dingin pagi ini menggerakkan Bunga Matahari yang sudah terlanjur berdiri. Dia menunduk sedikit. Embun cantiknya jatuh. Satu hal yang dia lihat; Matahari tidak datang pagi ini.

Tidak apa-apa.

Esok pasti kan bertemu lagi.


Untuk aku, dan keinginanku untuk punya kebun bunga matahari.

Antykahfi


  


Saturday, January 24, 2015

2015!

Sabtu 24 Januari 2015
17:31
Welcome to my favourite number; 15!



Whoaaa, I’m back writing!

Sebenernya udah lama aku pengen nulis lagi. Cuman ya kendalanya banyak. Pertama males, kedua udah buka blog trus didiemin aja nggak tau mau nulis apa, ketiga udah connect ke internet malah buka youtube. Gitu terus sampe ide tulisannya kebawa rambut rontok.

Sekarang aku niatin buat nulis lagi. Bismillah.

Well, nggak banyak yang aku lakuin buat ngerayain tahun baru 2015 kemaren. Aku bukan tipe no-party-no-happy. Bisa bareng keluarga dan temen-temen terdekat aja udah seneng. Mungkin emang bener kata orang; semakin tua kita bakal semakin sadar mana aja orang-orang yang tulus buat jadi temanmu. Yah seenggaknya mau mendengarkanmu. Tapi tetep, semakin kesini aku semakin yakin bahwa orang-orang yang bisa aku percaya hanya keluarga. No reason for them to leave me alone, neither me. Darah selalu lebih kental daripada air. Ya, kan?

15. That’s my favourite number. Ever. Forever. 2015 also my favorite year? Hmm.

Sampai pada hari ini, hari ke 24 di tahun ini, aku masih berjuang untuk aku, dan semua keinginanku yang belum kesampaian. Dilema-dilema yang terus datang, ketakutan yang selalu coba aku lawan, pikiran-pikiran negatif yang menghantui dan niat yang terkadang oleng sudah jadi teman setiap harinya. Bahkan ketika mulai terasa lelah, aku tidak pernah terpikir untuk berhenti. Entah sejak kapan kalimat motivasi-motivasi diri mulai efektif berlaku untukku.

Kalau aku bisa menuliskan 15 resolusi untuk tahun 2015 ini, 1 sampai 10 akan aku tuliskan; aku ingin jadi Muslimah yg sholehah, smart, well-mannered. Dan 5 resolusi akhir adalah kebahagiaan, kesehatan, rezeki yang cukup, amal yang tidak ada hentinya, dan hati yang mencintai dan dicintai. Berlebihan ya?   

Satu bulan pertama memang berat. Masih ada sebelas bulan lagi untuk bersenang-senang.

Run with me, 2015!


Antykahfi.

Thursday, September 25, 2014

Satu Kata Nama

September 25, 2014
22:22
Tak bergeming, hanya tersenyum sekedarnya.


Hai. Lama sekali aku tak menulis. Rasanya jari-jariku mulai ogah bergerak di atas keyboard laptop sejak skripsiku selesai. Oh ya, aku sudah lulus sekarang. Begitu cepat ya waktu berlalu.

Hampir sebulan sudah aku resmi menyandang gelar Sarjana Ekonomi. Hmm kalo inget lagi bagaimana perjuanganku buat wisuda tanggal 30 Agustus kemarin, rasanya aku.... sudahlah. Sudah berlalu.

Katanya, berjuang tidak sebercanda kamu main petak umpet dengan adikmu atau tarik ulur hubungan dengan gebetanmu. Ya, itu benar.  Padahal aku adalah orang yang sangat menghindari kehidupan penuh drama, tapi ternyata Tuhan punya cerita untuk yang berjuang. Tuhan merangkai cerita perjuanganku yang begitu pelik buat dapet wisuda tanggal 30 Agustus dengan begitu apik. Bahkan sejak jauh sebelum aku memikirkan hari wisuda. Kalimat “Tuhan tahu yang terbaik buatmu” itu benar adanya.

Ada yang menarik. Aku hanya memiliki waktu 4 hari untuk mengurus skripsi dan mendaftar wisuda. Hampir semua temanku bertanya “Kok bisa Tik?” Aku hanya menjawab sekedarnya “I was trying.” Tetapi hari ini aku mendapatkan pertanyaan menarik “Kok kamu bisa nyelesaiin skripsimu cepet banget? Trus habis ujian pedadaran kok bisa langsung wisuda? Gara-gara siapa?”

Aku tidak menjawab.
Hanya tersenyum.


Setiap orang pasti punya satu kata nama yang tidak pernah tersebut di permukaan. Itulah jawabannya.


























S.E. untuk Papa, Cumlaude untuk Mama.

Antykahfi.

Sunday, July 13, 2014

Smart People Worth Leadership.

Sunday, July 13, 2014
15:02
Part of my Essay.

Kira-kira setahun yang lalu, mahasiswa IP FE UII sempat diberi tugas untuk membuat essay dari hasil seminar LKIL. Sore ini secara tidak sengaja bertemu lagi dengan file essay tersebut. Well, here my so-so essay at that time.   

****
Akhir pekan lalu, saya dan teman-teman satu angkatan 2010 di IPFE mengikuti rangkaian akhir program pengembangan karakter yaitu Latihan Kepemimpinan Islam tingkat Lanjut atau disingkat LKIL. Program LKIL ini adalah salah satu dari rangkaian program Character Builiding yang dilaksanakan oleh Internasional Program UII kepada mahasiswanya. Program ini dilaksanakan sebagaimana mengacu pada visi dan misi IP UII untuk menciptakan seorang Global Leader  yang mampu menghadapi ragam bentuk perubahan dan persaingan global baik dalam hard skill  maupun soft skill. Saya rasa program ini memiliki tujuan mulia agar mahasiswa IP UII mendapatkan inspirasi dan motivasi dari narasumber sehingga nantinya inspirasi dan motivasi tersebut dapat diserap dan diaplikasikan dalam kehidupan mahasiswa baik saat masih dalam tahap perkuliahan atau masa setelah memasuki dunia pekerjaan.
            Menilik program-progam Latihan Kepemimpinan Islam yang terdahulu, baik di tingkat dasar maupun menengah, saya pikir konsep LKIL ini sendiri tidak jauh berbeda. Penyelenggara dari tim character building IP masih menghadirkan narasumber dari alumni UII yang tidak hanya pernah memiliki pengalaman memimpin yang baik semasa kuliah mereka, namun juga sekarang di masa tua mereka juga sudah memetik hasil dari apa yang mereka usahakan selama masa mereka menjadi aktivis di kampus. Jika saya mengingat pada waktu LKIM lalu, IP mengundang Bapak Yodhia Antariksa sebagai pembicara. Beliau dulunya adalah Pemimpin Redaksi Majalah Ekonomika milik Fakultas Ekonomi UII, dan sekarang sudah sukses sebagai penulis dan enterpreneur. Bapak Yodhia menceritakan bagaimana pengalaman beliau dan bagaimana beliau memotivasi dirinya agar ke depannya ia bisa jauh lebih baik dari hari sekarang. Tidak jauh berbeda dengan pembicara-pembicara di LKIL kali ini, Bapak Hamid Basyadi dan Bapak Suparman Marzuki adalah sekian dari banyak orang yang sukses karena mampu dan mau memotivasi serta menggerakkan dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik lagi setiap harinya.
            Pembicara pertama pada hari itu adalah Bapak Hamid Basyaib yang sekarang menjabat sebagai staf ahli MPR RI. Semasa perkuliahan beliau dikenal sebahai pemimpin redaksi di majalah HIMMAH UII dan ketua LPM FH UII. Ketika awal dibacakan Curriculum Vitae dari Bapak Hamid, saya merasa kagum pada beliau. Walaupun sekarang pekerjaannya lebih banyak di dunia politik, namun beliau tidak meninggalkan akar beliau sebagai seorang jurnalis. Beliau menulis dan menerjemahkan cukup banyak buku, berkecimpung dalam beberapa bagian di stasiun tv swasta, serta memiliki nama yang cukup disegani di dunia keilmuan. Dari awal melihat cara beliau berjalan, menyapa kami semua, serta cara beliau berbicara di depan kami, yang ada di pikiran saya adalah “ah.. beliau pasti sudah melalui banyak hal dalam hidupnya. Beliau belajar sangat banyak.” Tutur katanya tegas namun berwibawa. Keras namun mengandung arti di dalam setiap perkataannya. Saya rasa tidak ada kata dalam ucapan beliau yang tidak mengandung wawasan di dalamnya. Sejujurnya saya sangat mengagumi orang-orang cerdas dan berwawasan. Saya tertarik dengan testimoni seseorang tentang beliau yang berkata; “He is a walking encyclopedia.” Dan saya seketika tertegun, “Wow, is he that smart?”
            Satu jam materi terasa cukup mengasyikkan. Pada awal materi beliau menyampaikan materi tentang pentingnya menjadi seseorang yang mature, brave, and solid. Saya melihat semua sifat itu ada pada beliau. Tapi saya rasa, hal yang melengkapi sifat-sifat tersebut adalah pengalaman. Pengalaman beliau lah yang mendewasakan dan memberi pelajaran hidup yang tidak akan pernah ditemukan di buku manapun. Maka dari itu tidak heran jika sekarang beliau menjadi seseorang yang tangguh dan solid. Saya suka gaya bicara beliau yang ceplas-ceplos namun mengandung arti. Bapak Hamid berasal dari Lampung, saya pun berasal dari Lampung. Ada kesamaan sifat diantara kami, tangguh dan berkata apa adanya. Jika tidak menyukai sesuatu, maka kami tidak perlu berpura-pura menyukai hal tersebut. Jika suka maka kami akan katakan yang sebenarnya. Tidak mencoba menutup-nutupi diri sendiri dan mencoba menjadi orang lain atau sering disebut pencitraan. Saya sangat jauh dari kata pencitraan. Saya terkenal cukup ceplas-ceplos dalam berbcara dan cukup tegas saat memimpin sesuatu. Tapi yang membedakan saya dengan Bapak Hamid adalah kecerdasan kami. Saya masih belum ada apa-apanya dibandingkan beliau.
Saya melihat Bapak Hamid sebagai sosok yang begitu “wah” di mata saya. Beliau begitu “tinggi”. Bahkan jika saya diminta untuk menyamai beliau mungkin hal itu hanya berakhir sebagai angan-angan saja. Jadi saya sampai pada kesimpulan bahwa beliau ini orang hebat, tapi bukan main role model buat saya. Saya jauh dari kata ilmuwan. Tapi walaupun saya tidak secerdas dan sepintar beliau, hingga sampai saat ini saya selalu membawa nilai islam dalam diri saya. Sebagaimana beliau juga memasukkan nilai-nilai islam dalam dirinya. Semoga seterusnya saya selalu dapat menjaga nilai-nilai islam ini pada diri saya, insha allah.
Pembicara selanjutnya adalah Bapak Suparman Marzuki yang sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi Yudisial RI. Awal diumumkan nama beliau sebagai pembicara di LKIL kali ini saya lantas kaget; betapa hebatnya IP UII bisa mengundang beliau untuk hadir di acara kami. Saya juga sempat berdiskusi dengan beberapa teman yang penah mendapatkan seminar oleh beliau. Semua memberi referensi yang positif tentang beliau. Dan ketika saya menerima langsung materi tentang beliau, saya rasa semua orang yang memberikan testimoni positif tentang beliau itu benar adanya.
Berbeda dengan Bapak Hamid Basyaib, Bapak Suparman Marzuki lebih tenang serta pembawaannya lebih ke-bapak-an dan lebih berwibawa. Beliau juga berasal dari Lampung. Gaya bicara beliau sangat mirip dengan kakek saya, mungkin inilah salah satu ciri khas orang Lampung. Tidak jauh berbeda dengan Bapak Hamid, Pak Parman juga memiliki kehidupan yang sangat baik dan sangat efektif di masa perkuliahannya. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk belajar dan menjadi aktivis. Namun ada sisi beliau yang membuat saya kagum. Di usia beliau yang sekarang, dimana hanya tinggal memetik buah dari apa yang diupayakan beliau, beliau masih memiliki mimpi sederhana yaitu berdiskusi ringan dengan mahasiswanya di rumah beliau. Sejenak saya merasa, mungkinkah saya ketika berada di usia beliau masih memiliki mimpi?
Secara keseluruhan pelatihan kepemimpinan islam kemarin sudah berjalan dengan baik. Walaupun beberapa mahasiswa banyak yang mengantuk saat di kelas tapi saya bersyukur saya masih mendapatkan “sesuatu” dari pelatihan ini. Saya memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang hebat yang berjuang untuk bangsa ini. Dan hebatnya adalah dua narasumber ini memegang jabatan cukup penting di negeri ini. Sudah semestinya saya merasa bersyukur untuk semua kesempatan ini.
Beberapa bulan ini saya lebih sering membaca buku dan artikel tentang kepemimpinan. Bukan hanya satu pemimpin saja, namun cukup banyak cerita dari banyak pemimpin. Dan akhir-akhir ini saya juga dihadapkan dengan hal yang berbau tidak hanya memimpin tapi juga dipimpin. Banyak harapan yang diberikan pada seorang pemimpin. Berharap akan menjadi lebih baik, lebih termotivasi, lebih solid dan lebih lebih lainnya. Dan setelah membaca, mendengar, melihat semua informasi yang saya dapat, saya berkesimpulan bahwa seorang pemimpin haruslah cerdas. Ya, cerdas dalam berpikir, cerdas dalam berakhlak, cerdas dalam berkata. Seorang pemimpin harus menggunakan akal dan pikirannya jauh lebih banyak dari orang yang dipimpin. Dan hal ini terus berkembang dalam pikiran saya bahwa pemimpin yang hebat adalah seseorang yang mau terus belajar. Tidak ada hal yang lebih baik untuk menyempurnakan teori selain pengalaman.
            Saya selalu menyukai orang-orang yang mau belajar. Orang-orang yang seperti itu biasanya cerdas dalam menjalani hidup dan menggunakan logika dalam menyikapi sebuah masalah. Menurut saya, seseorang yang berpikir, menggunakan akal lebih banyak daripada menggunalan hati dan perasaan, adalah seseorang yang bisa saya berikan respek lebih. Terlebih jika orang tersebut paham agama dan bertindak layaknya khalifah di muka bumi. Saya merasa cendekiawan muslim macam itu tidak perlu lagi diragukan integritas dan kredibilitasnya. Namun sayang sudah jarang cendekiawan yang amanah tampil untuk membenahi bangsa ini. Kebanyakan orang pintar menggunakan kecerdasan mereka hanya untuk kepentingan beberapa pihak. Mereka pintar, namun tidak dewasa dan amanah. Maka dari itu saya sering berpikir untuk tidak menjadi terlalu pintar jika pada akhirnya hanya menjadi milik saya sendiri.
            Disinilah saya sampai pada kesimpulan bahwa sebenarnya setiap bisa jadi pemimpin asal orang tersebut mau belajar, mau introspeksi diri, memotivasi dirinya untuk menjadi lebih baik. Bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk orang lain yang berada di sekitarnya. Untuk orang-orang yang percaya padanya tetapi juga untuk orang-orang yang menaruh harapan padanya. Saya percaya jika ada nantinya orang yang mempercayai kita, bahkan menaruh harapan untuk kita, artinya kita sudah belajar banyak di hidup ini. Ada tantangan baru untuk kita. Itulah permainan dalam hidup, harus terus berjalan, ke level yang lebih sulit. Jadi, sudah sampai dimana level kita hari ini?

“Don’t push yourself to make such a huge innovation, just makes everything slightly better.” – Hamid Basyaib, S.H. (2013)


Not really good at making essay,
Antykahfi.

Saturday, April 26, 2014

Study Hard? Study Smart?

Saturday, April 26th, 2014
21:40 p.m.
write something.


Hey it's April 26th. Happy World Intellectual Property Day!
World Intellectual Property Day is observed annually on 26 April. The event was established by the World Intellectual Property Organization (WIPO) in 2000 to "raise awareness of how patents, copyright, trademarks and designs impact on daily life" and "to celebrate creativity, and the contribution made by creators and innovators to the development of societies across the globe" - Wikipedia

Hmm intermezzo sedikit skripsi saya pun tentang Intellectual Capital, tapi agaknya kurang seru ya kalo ngomongin tentang skripsi. Ya gimana, gitu-gitu aja. Sudahlah jangan dibahas.
Bicara tentang paten, hak cipta, kreatifitas sepertinya dekat hubungannya dengan apa yang kreator dan innovator lakukan selama ini; Belajar. Saya ingin beropini sedikit tentang kebiasaan belajar.

Kemarin saya sempat mengikuti acara Mata Najwa on Campus di GSP UGM yang pada saat itu menghadirkan pembicara-pembicara yang sangat menarik seperti: Sri Sultan Hamengkubuwono X, Mahfud MD, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Chairul Tanjung. saya tidak akan menceritakan seluruh hal dalam sesi diskusi atau bagaimana perjuangan saya untuk bisa masuk ke venue tapi lebih kepada beberapa point yang saya dapat dari kelima tokoh tersebut.

Kelima dari pembicara hari itu merupakan tokoh-tokoh intelek yang dimiliki bangsa ini. Konteks intelek disini bisa kalian artikan sebagai individu yang cerdas, memiliki banyak pengetahuan dalam bidangnya karena memang mereka menjadikan belajar itu sebagai habit bagi diri mereka sendiri. Sedikit mereka bercerita tentang masa lalu mereka saat masih menjadi mahasiswa. Mereka mencicipi berbagai titik di kota ini hanya sekedar untuk belajar dari pagi hingga sore. Mungkin jaman dahulu titik-titik itu disebut perpustakaan. Namun kini anak muda lebih sering menyebutnya kafe atau tempat nongkrong. Asal mereka menyediakan wifi gratis maka belajarlah mereka. Atau browsing.

Betapa aku seketika ingin juga mencicipi tempat-tempat yang disebutkan tadi untuk sekedar membaca koran atau mungkin mengerjakan skripsi. Seorang tokoh nasional bisa tercipta dari kota ini karena kegigihannya dan semangatnya dalam belajar, tidak lepas dari peran tempat-tempat yang nyaman untuk belajar di kota ini. Bersama orang-orang kesayangan tentunya. Ah, seandainya masih bisa kutemukan tempat yang seperti itu..

Buatku, perpustakaan kampus sudah cukup. Tapi ya hanya sekedar cukup. Saya sendiri bukan tipikal yang sering ke kafe untuk mengerjakan tugas atau berhubungan dengan akademik, because simply it's too contradict one another. Ya tapi ini subjektif, beda kepala beda opini. Kembali ke perpus kampus, tidak sedikit orang berkomentar "kenapa sih Ty nggak dikerjakan di rumah aja?" Sekarang aku tahu bahwa belajar tidak melulu soal paham atau tidak, bisa atau tidak, tapi bagaimana suasana belajarmu bisa membawamu untuk lebih semangat menambah wawasan, walau hanya sebentar, walau hanya sekedar membaca koran hari ini. 

Kemudian kelima tokoh tadi juga menjelaskan tujuan mereka belajar. FYI, kelima tokoh ini datang dari latar belakang pendidikan yang berbeda. Seorang adalah politikus dan budayawan, akademisi,  hakim, arsitek, dan pengusaha. Tujuan mereka untuk memiliki masa depan yang lebih baik pun berbeda-beda pula. Maka kemudian aku pun bertanya pada diri sendiri; Aku belajar untuk menjadi apa? Kepada siapa nanti ilmuku diberikan? 

Akhir-akhir ini saya lebih menikmati waktu dengan sedikit membaca artikel-artikel atau media yang menyajikan wawasan baru. Ya ilmu bisa datang darimana saja kan? Bahkan terkadang membaca artikel tentang pernikahan, isu-isu seputar gender bahkan politik yang dulu aku bener-bener awam sekarang aku coba baca satu persatu. Ketika semua temanku sibuk menjemput rezeki dengan mempersiapkan diri untuk rekruitmen, aku masih asik dengan berita-berita yang disajikan di media. Seorang awam ini menemukan hal-hal baru yang menyenangkan. Tetapi ya tetap saja masih awam, he he

Hakikatnya manusia di Bumi ya untuk menuntut ilmu. Tetapi bagaimana seseorang menginterpretasikan kata 'menuntut ilmu' itu sendiri terserah pada masing-masing individu. Bagaimana cara mereka dan apa tujuan mereka belajar, semua pasti punya alasan masing-masing. Yang jelas, belajar sesuatu hal, baik yang sudah menjadi passion atau mengeksplor sesuatu yang baru, tidak akan pernah menjadi suatu yang buruk. Jika ibadah adalah suatu investasi akhirat, belajar pasti adalah suatu  investasi dunia. Ya sudah semestinya begitu.

Bisa jadi lebih menyenangkan jika setiap individu yang mau belajar, tentang apapun, memiliki seorang partner yang sama-sama suka mencicipi nikmatnya belajar, tentang apapun.



Antykahfi 

Tuesday, March 18, 2014

(Bukan) Saksi Bisu.

Selasa, 18 Maret 2014
18.02
Kembali mencoba menulis fiksi


Hai, ini aku. Kamu mungkin sering melihatku, namun tak mengenalku.

Hari ini aku menjalani hari-hari seperti biasa. Diam, tanpa banyak bergerak, dan selalu merasa bosan. Semester ganjil telah berlalu. Itu artinya, akan semakin sedikit mahasiswa atau mahasiswi yang datang kemari. Semester ganjil adalah saatnya mahasiswa angkatan atas mengerjakan tugas akhir mereka; skripsi. Tapi karena semester ganjil sudah selesai maka musim mengerjakan skripsi pun sudah lewat. Sekarang hanya tersisa mahasiswa-mahasiswi  yang mungkin hanya mengerjakan tugas atau membaca koran. Datang sebentar, lalu pergi lagi. Aku rindu ketika perpustakaan ini ramai didatangi mahasiswa. Walaupun mereka sungguh ribut, tapi yang jelas lebih baik daripada hari ini; Sepi. Kosong.

Aku sering mengeluh kenapa aku diletakkan disini. Kenapa bukan di tempat yang lebih terbuka sehingga banyak orang yang datang padaku. Tempat ini kurang menarik untuk mahasiswa mengerjakan sesuatu. Aku sudah menyadari hal itu sejak dulu. Memang sih, ada beberapa yang sering duduk disini. Tapi tidak banyak. Seperti yang sudah aku jelaskan tadi, tempat ini terlalu tersembunyi, jauh dari meja besar bahkan jauh dari rak jurnal. Sekarang mungkin kalian paham kenapa aku selalu merasa bosan.

Tapi hari ini aku punya cerita menarik. Tetiba seorang mahasiswi datang terengah-engah kepadaku. Bawaannya cukup banyak. Laptop, buku, charger laptop, HP, dan setumpuk jurnal. Ini sih sudah pasti tipikal mahasiswa akhir. Tapi aku jarang melihat dia disini. Atau mungkin, dia telat mengambil skripsi? Entahlah yang jelas dia tampak kelelahan sekali. Semenit, dua menit mahasiswi ini mengatur nafas sembari bersandar padaku. Memang tempat ini begitu jauh jika harus berjalan kaki dari parkiran. Dan lagi, diluar udara cukup panas. Rasanya aku ingin mengubah diriku menjadi sofa dan mengarahkan AC padanya. Hari ini, baru dia yang mendatangiku. Rasanya bosanku bisa hilang.

Hapenya bergetar menandakan ada sms masuk. Belum sempat mahasiswi ini membuka pesan, datang seorang lelaki yang rasanya aku tidak asing. Pria itu duduk disebelahnya sambil meletakkan koran yang dia bawa. Semakin aku perhatikan, aku semakin tidak asing dengan pria ini. Siapa ya?

Ah! Aku ingat sekarang. Dia adalah mahasiswa yang tempo hari sering duduk disini hampir  4x seminggu. Ya dia yang sering duduk diatasku persis. Aku ingat sekarang. Tapi mungkin terakhir dia duduk disini, hmm, sudah cukup lama. Pasti skripsinya sudah selesai. Wah senang sekali aku bertemu lagi dengannya. Dan aku tak menyangka ternyata pria ini janjian untuk bertemu dengan mahasiswi ini disini. Di tempat yang membosankan ini.

Sepuluh menit berlalu, mereka mulai terlibat obrolan yang aku coba tangkap. Aku heran, Apa ini pertemuan awal mereka? Apa mereka tidak pernah bertemu sebelumnya? Kenapa mahasiswi ini menggerak-gerakkan kakinya dengan begitu cepat? Kenapa tiba-tiba aku merasa suhu disekitarku terasa semakin hangat? Ah.. rasanya aku paham sekarang.

Dua puluh menit berlalu dan aku menyadari sesuatu. Mereka berdua tidak benar-benar saling berhadapan atau bertatapan. Mengobrol tapi tidak saling memandang satu sama lain. Hei, dimana serunya?! Rasanya aku ingin berteriak, agar mereka saling berhadapan. Tapi sayang mereka tidak melakukan itu. Pria itu sibuk dengan koran yang dia bawa, mahasiswi ini sibuk dengan buku yang dia bawa. Rasanya aku gemas sekali. Tidak bisakah kalian mengobrol dengan lebih akrab? Aku menunggu seharian untuk melihat hal yang lebih baik dari ini! Hish!

Tiga puluh lima menit berlalu, dan akhirnya pria itu pergi. Mereka saling mengucapkan salam perpisahan singkat kemudian pria itu keluar dari perpustakaan ini. Terdengar suara pintu perpustakaan menutup kemudian mahasiswi ini sejenak menyandarkan badannya padaku. Apa dia merasa tegang selama 35menit barusan? Tapi aku tidak merasakan adanya jantung yang berdebar darinya. Kenapa dia sebenarnya?

Tidak lama kemudian dia mulai membuka laptopnya dan membuka dokumen yang sering aku lihat; skripsi.  Dan aku mulai melakukan tugasku seperti biasanya: menjadi kursi perpustakaan yang nyaman untuk mahasiswa.

Saatnya dia pergi dari perpustakaan ini. Akhirnya satu-satunya mahasiswi yang menduduki ku hari ini pun berdiri dan membereskan mejanya. Sebelum dia pergi, dia merapikan aku dan menatapku dan kursi disebelahku sejenak. Dia tersenyum dan berkata padaku lirih “saksi bisu..”
Aku bahagia. Mungkin aku memang hanya sebuah kursi yang cukup berumur di tempat yang membosankan ini. Tapi aku senang menjadi bagian dari sebuah kisah. Panggilan mahasiswi tadi buatku tidak buruk juga. Namun ada hal yang dia mungkin tidak tahu..


Aku tidak sepenuhnya bisu.



Jangan lupa, ini fiksi.
Antiikus


Saturday, March 8, 2014

Late.

Sabtu, 08 Maret 2014
21:10


Terlambat atau telat?

Rasanya kata “terlambat” atau “telat” di negara ini udah bukan lagi sebuah perkara besar. Mungkin tidak semua orang di negara in pernah melakukan hal tersebut. Tapi yang pasti, semua orang di negara ini pasti pernah menghadapi orang yang terlambat, atau telat. Ibarat makan pizza, seharusnya kita makan menggunakan pisau dan garpu, tapi banyak juga langsung dimakan menggunakan tangan. Dimaklumi.

Tapi kali ini aku lebih suka menggunakan kata “terlambat” buat postingan kali ini. Karena menurutku kata “telat” itu teknikal. Contohnya; telat masuk kelas, telat balikin buku perpus, telat update atau malah telat datang bulan. Hii. 
Ngeri juga yang terakhir.

Aku juga sering kok terlambat. Entah tepatnya sejak kapan aku mulai menyadari bahwa aku sering menjadi orang yang terlambat. Terlambat mengetahui hal ini dan hal itu, terlambat menyadari hal ini dan itu. Terlambat untuk paham bahwa menjadi seseorang yang terlambat akan menanggung satu resiko yang pasti; tertinggal.

Terlambat ternyata berteman dekat dengan penyesalan.

Hari itu aku terlambat datang.
Aku tidak menemukan siapapun disana. Yang menunggu sudah pergi.
Hari itu matahari bersinar terik.
Mungkin aku memang terlambat dan bisa jadi yang menunggu sudah lupa akan hari itu.
Penyesalan memang datang, tapi aku bersyukur hari itu matahari tetap bersinar.
Semoga akan terus bersinar, untukku dan untukmu.


As usual,
Antykahfi.

Monday, November 18, 2013

Balada DuaPuluh Sekian.

Senin, 18/11/2013
23:51 p.m.
Hoahm



Ada dua pertanyaan yang cukup mengganggu;
1. Kapan Wisuda?
2. Kapan Nikah?


Everything happens for a reason
But not everyone wants to explain the reason........

apalah
Antykahfi

Thursday, September 26, 2013

Struggling, Firda!

Thursday, September 26 2013
1:19 a.m.
feel like insomniaac~


Haaaaayy guiseeee
Sepertinya saya sudah terlalu lama membiarkan blog ini kosong padahal yang punya blog sedang menjalani hari-hari yang menyenangkan penuh warna. Yeay!
Kita mulai dari mana yaa......


...


.....yah terlalu panjang untuk diceritakan.
Aku sedang melewati tahap-tahap akhir di dunia perkuliahan.
segala OMT sudah, Pesantren sudah, KKN juga sudah.
Sekarang waktunya tanggung jawab pada diri sendiri dan orang tua; kejar kelulusan.


When it comes to one word; Mom. I can do nothing.
Dunia di sekitarku sedang asyik-asyiknya mengejar mimpi mereka. Aku iri.
Mereka sedang memulai menggengam dunia sebagai wujud mimpi mereka. Aku pun ingin. Aku juga masih punya mimpi itu.


Tapi ketika ingat tanggung jawabku kepada orang tua semua itu terasa tak penting lagi.
The only one who can solve your confusion is yourself.

Sudah cukup Mama dan Papa mencukupi segala keinginanku sejak aku kecil. Sudah saatnya aku yang memenuhi keinginan mereka.
...


Selalu percaya
Doa, usaha, dan kerja keras takkan mengkhianati. ^^
Antykahfi

Friday, June 21, 2013

Girls and Photos are Like Coffee and Creamer.

Friday, 21st June 2013
23:04 p.m.
Narcissism generation.


Don't know why but girls surround me are having the same hobby; taking photos as much as possible then upload it into social media such as Twitter, FB, Instagram, Path and other freaking clients. I only have Twitter, FB and this blog :|
I do prefer to share some photos here, in my blog haha and below are several pretty pictures of my friends..


Girl-mate in FE UII Promo Team. They are really prettyyy ♥ 


Classmate! 3 years together no one can replace ♥


May be I used to know why I'm not that maniacs to take some photos.
Because simply I'm not that pretty.
Bahkan seorang teman sempat berkata;
"Hanya terima foto dari DSLR bukan Camera360."
lol. Masyuuuk.

Antykahfi.

Release From This Grips~

Friday, June 26th 2013
22:29 p.m.
wow June is going to be ended soon.


Still, 1 month for 1 post haha.
I'm about to sad recently. Not that horribly sad, but it's because I had to get myself away from my 'second home.' My organizations, my works, my activities that I've been struggle for that long. It feels like I'm loosing something, something like happiness. Source of my happiness, my pride. But sooner I understand that holding something for so long is not good. I mean it going to waste, the purpose wont remain the same. Release it and go find another happiness somewhere else.

Tim Promo FE UII dan IP CHAT semua berakhir di semester ini. Kalau ditanya sedih ya jawabannya pasti sedih. I love that jobs sooo much. Lantas kalau ditanya "Kalau masih suka kenapa harus keluar?" jawabannya mungkin... emm.. I'm not sure... "Sudah waktunya untuk berhenti." 
Aku menyukai segalanya di dalam IP CHAT dan TIM PROMO. Aku suka saat aku bekerja sebagai duta fakultas dan juga sebagai penyiar di Unisi Radio. Aku suka dengan rekan-rekan kerjaku. Aku suka saat dimana aku berkumpul dengan mereka.

Ya aku tidak sepenuhnya berhenti. Hanya sudah tidak terlibat lagi di dalamnya.
Well, you know, have a bit rest. Supaya tidak terlalu sesak.




Masih bertanya-tanya,
Kenapa kerudungnya harus kuning? lol.
Have a great holidays, ppl :)

Antykahfi

Saturday, May 18, 2013

Up! Up!

Saturday, May 18th, 2013
21.00 p.m.



Haaaaay! been a month since my last post hihi. Not about I'm too lazy to write but it was all about technical matters. No internet connection, too comfort with my twitter client on Blackberry and the idea to post for was just easily gone as fast as wind in summer haha.

Well, by this one and half month, life is too...... unpredictable. Right? Who agrees with me?
God gave me so much surprises, and learning too! It feels like GOD were trying to tell me; "Hey! you've been happy for too long. Then you need to feel other people feeling when they failed while you success, they felt sad while you were happy. Have you praised for all those happiness? You praised to me or to your Twitter timeline? #pfft :))

Yap yap, all I can tell you is that life is too volatile. It ups high and falls down. People can betray you so easily. They tell about your bad while at other time they were laughing with you. And even you cannot lying your trust down on your bf/gf anymore. In the end, only family and GOD who will guide and guard you till the end.
 "Darah selalu lebih kental daripada air. Tidak ada yang lebih menyayangimu kecuali keluarga." - Suatu pepatah.

"Yang Punya Dunia pasti ndak pernah PHP." - ditemukan di timeline suatu hari.

Hey ya, my uncle was shoot an epic fail levitation picture of mine:



lol. Shameless.
hope you're good, everyone!
Summer is just begun!
enjoy :)

Antykahfi.

Tuesday, March 5, 2013

China or Somewhere Else?

March 5th, 2013
19:35 pm
#nowplaying: Neyo - Miss Independent


"Sudahlah, tidak usah jauh-jauh ke negeri China kalau ketika kembali ke daerah asal masih berpikir dan bertindak seperti orang yang tidak belajar apapun." - Antykahfi

Hey, sudah besar kan? Menjadi cerdaslah dalam hidup.
Jika kebijaksanaan adalah hasil akhir dari pembelajaran hidup maka rasanya aku tidak ingin menjadi bijaksana. Belajar terlalu menyenangkan :"

"Being great is the best revenge." - Oprah Winfrey
Maka jadilah hebat. Setidaknya buat pacar mantanmu minder karena pacarnya punya mantan yang hebat. Jangan bingung, itu yang semua anak muda inginkan xD


Ya kan, Zayn? haha xx
Antykahfi

Friday, January 4, 2013

2013, Set Focus Not Goals.

Friday, January 04, 2012
22:19 PM
am about to... galau :|



HAPPY NEW YEAR, EVERYONE!
2013, be positive, be productive! :)

Tahun baruan kemaren tidak ada yang spesial buatku, karena di hari terakhir 2012 saya harus melanglang buana seharian, sampe rumah capek, tertidur pulas, besoknya udah 2013. Flat, isn't it?
Even though I'm not doing party or something for welcoming the new year eve, it doesn't mean I have no new hope new goals for this year. One day, I found on my Twitter timeline, It stated: "Don't set goals, set focus." Hmm, you're right.
Too much wishes, too much goals will not bring you to the straight line. An old man said to me, "If you have a dream, choose the right way to hold your dream. If in the middle of the road you found another way to come, then your dream won't remain the same." Yea, I agreed with his statement.
Now I don't set goals this year. But I set; 
"What am I supposed to do to reach my final goal in this years, graduate from this university."
Yap! All I want is being success in my academic thingie. Let's finish it. Let's work, I need to help my mom.

And, now I'm here about to confuse with my own decision. I found an interesting scholarship offered. It's coming from Korean Government for having student exchange program there. Korea, I really want to be there to the fullest! But then it will extend my undergraduate study perhaps. I have to sacrifice my time, my work, my study path here, my family time, my fieldwork and etc. Well, you know that feeling, that big dilemma on me. When you really want something, obsessed maybe, but in the other side you don't want to sacrifice anything.  

Saya tahu saya bukan seseorang yg gigih dengan mimpi saya, tapi bukan berati saya pecundang. Bukan berati saya tidak punya mimpi sama sekali. Saya punya, banyak malah, tapi banyak hal yang harus dipertimbangkan. Iya, saya juga tahu terlalu banyak pertimbangan tidak akan membuat seseorang maju. Tapi jika pertimbangan saya soal Ibu dan adik-adikku, maka semuanya tidak lagi sama. Hal ini yang membuat saya selalu kembali menapak tanah jika sudah bermimpi terlalu jauh. Saya tidak boleh egois, ada yang lebih membutuhkan saya. 

Mungkin mimpi saya tidak setinggi mimpi mereka. Tapi saya tahu diri, dengan keinginan yang ala kadarnya itu saya hanya perlu kerja keras, berusaha, berdoa. Tuhan tahu apa niat saya dibalik semua ini, hanya perlu meyakininya, dan saya yakin tuhan akan beri jalan untuk saya, untuk mimpi sederhana saya.

anyway, I couldn't find the information about the scholarship on Internet. Omo!
once I get, I'll share it. Promise ;)

Antykahfi

Thursday, December 27, 2012

IP Dapur Umum Shift #1

Kamis, 27 Desember 2012
22:39 PM
di sela-sela mengerjakan Pre-Final Exam


Haeeeee (--,)
How's your holidays anywy? Me have a great one hahaha.
Sekitar 2 minggu yang lalu aku bersama beberapa teman IP mengikuti pelatihan OMT+ (kalo nggak bisa dibilang pelatihan masak-memasak lol.red). Pelatihan ini diadakan di Mojosemi, Sarangan, Gunung Lawu, Jawa Timur. Cukup jauh? cukup. Cukup dingin? lumayan. Menyenangkan? Sekaliii :)


Entah siapa otak yang mengusulkan diadakannya pelatihan ini. Hal negatif dari pelatihan ini hanya mendadak, sisanya menyenangkan. Hahaha.
Di atas gunung sana kita harus memasak. Dan masaknya nggak bisa yang porsi biasa, kita kudu masak untuk porsi 60 orang langsung. Yang biasanya masak di rumah cuma buat porsi kecil, sekarang kudu ngulek bumbu super banyak buat puluhan perut yang musti dikasih makan haha.

I had a great team, indeed! Ada sesepuh Mas Agung yang besok mau tambah tua tapi masih aja ngangkring di IP sampe sekarang, ada Rizan dan Burhan yang spesialis cuci piring dan mulai belajar masak nasi di hari-hari terakhir, ada trio cewe-cewe ari akuntansi Kak Sandra, Kak Via, Kak Leila yang kalo diajak rumpik nyanyi cerita-cerita itu seru bangeeet, ada juga temen seperjuangan aku di kelas finance, Makciw Merinda dan Takciw Dhilla. Dan nggak lupa the leader of us yang paling pothok sak Jogja tapi rumpik nya juga ga kalah, Riyan alias Mimin. Dan the last but not least ada bendahara galak dan pelit serta spesialis masak sayur kurang asin dikit yang sering ngomel-ngomel yaitu adalaah... aku sendiri :-|

here we goes:

Kerjaan kita selama disana ada 3; memasak, tertawa karena saling menghina satu sama lain, dan saling cerita. Tebalnya kabut jenuh Gunung Lawu saat malam sampe ketemu pagi lagi nggak bikin kita ngeluh kedinginan atau kecapean atau kebauan karena jarang mandi selama disana. Ya karena kita, DPU #1 emang bener-bener menikmati. Ini bukan pelatihan, ini liburan. Ini melupakan sejenak segala beban pikiran selama di Jogja dan bener-bener bisa melupakann semua masalah itu selama 3 hari pelatihan ini. It's damn great!!


Tepat seminggu sebelum diumumkan adanya pelatihan IP OMT+ ini, aku sempat meminta kepada Tuhan, untuk mengizinkan aku naik gunung lagi. Aku ingin liburan ke gunung, refreshing sejenak, dan secepat itu Tuhan mengabulkan doaku. Aku malu. Nggak enak mau minta lagi dari-Nya. Tuhan terlalu maha baik.

Tuhan saja mendekat ke arahmu, kenapa kamu yang ganti menjauh dari-Nya, Tik?
antykahfi.

Monday, December 3, 2012

Run Firda, Run!

Senin, 03 December 2012
1.34 PM
AC in Promo Office is truly killing.



"Seseorang itu butuh hijrah untuk mendapatkan tempat dan kehidupan yang lebih baik."


Sekiranya itu satu kalimat yg menyimpulkan pembicaraan singkat saya dan teman baik saya beberapa pekan lalu. Hal ini cukup menggelitik pikiran saya beberapa hari ini. Hijrah, atau berpindah.

Sudah lama saya berpikir tentang hal ini. Sejak kecil malah. Masa kecil saya dihabiskan dengan berpindah dari satu tempat, ke tempat yang lain. Bandar Lampung - Gorontalo - Jogja. Ketika saya mulai menetap di Jogja, memiliki banyak teman, kemudian saya takut jika saya harus pindah lagi. Saya takut jika papah harus dipindah lagi. Sempat saya bertanya pada papah dengan perasaan takut, "Pah, kita bakal pindah lagi nggak sih?" Waktu itu papa hanya menjawab singkat, "Sepertinya enggak. Semoga saja." Perasaanku membaik. Senang rasanya mendengar jika aku tidak harus meninggalkan sekolah dan teman-temanku.

Tapi 15 tahun kemudian aku paham, berpindah itu baik. Rasulullah bahkan me-sunnah-kan kita untuk hijrah. Saya tak takut lagi untuk pindah, bahkan keinginan itu semakin menggebu. Kata 'hijrah' itu sendiri memiliki persepsi yang bermacam, seperti melalui pertukaran pelajar atau menetap sementara untuk berlibur mungkin. Tapi untukku aku ingin hijrah untuk bekerja. Dan mimpiku terbang ke negeri seberang, Singapura.

Source: click here

Aku percaya suatu hari aku pasti bisa hijrah kesana. Ini bukan hal ghaib, jadi aku yakin aku pasti bisa. Bukan Singapura tak apalah, mungkin ke tempat yang lebih baik. Eropa mungkin. hahaha.

Segera lulus kuliah dengan hasil yang memuaskan. Kemudian hijrah dari tempat yang dulu aku sempat sangat takut meninggalkannya, Jogjakarta. Tapi sekarang aku tahu, aku butuh hijrah.
Run Firda, run!
Go somewhere.




Antykahfi.

Friday, November 30, 2012

40 Days of Being Housewife.

Friday. November 30, 2012
12:19 PM
di sela-sela menunggu pacar Jum'atan.


Hello ma fren. Long time no write.
Currently saya sedang menikmati hari-hari kebebasan dari menjadi ibu rumah tangga. Setelah ditinggal cukup lama oleh ibuk ke tanah suci dan jadilah saya harus menjadi ibu rumah tangga untuk beberapa waktu. Yap, pekan lalu ibuk baru saja pulang dari tanah suci untuk beribadah haji selama 40 hari. bisa dibilang kehidupan saya waktu itu cukup fluktuatif. Naik turun susah senang sedih stress mumet penat dan gembira. Yah walaupun saat ibuk pergi kajut, nenek, budhe, pakdhe datang untuk menemani saya dan adik-adik tapi ternyata menjadi ibu rumah tangga tidak semudah dan se-asyik kelihatannya. Percayalah.

Banyak beban pikiran yang ditanggung seorang ibu rumah tangga ternyata. Dari sisi keuangan, keharmonisan keluarga, bersosialisasi dengan tetangga, ke-afektif-an selama di rumah dan masih banyak lagi. Aku bahkan sempat berpikir untuk tidak mau jadi ibu rumah tangga. Tapi bagaimanapun, itu tetap kodrat wanita. Oke, we'll see.

Sebelum berangkat, ibuk menitipkan sejumlah uang untuk kami sekeluarga selama 1,5 bulan. Dan pergulatan selama 1,5 bulan untuk berhemat itu ternyata luar biasa susahnya. Banyak pengeluaran2 tidak terduga. Misal, tetiba adikku kehabisan uang dan dia mau beli buku atau daftar lomba. Jelas itu tidak ada di anggaran bulanan, tapi bagaimanapun kita musti harus memberi uang pada mereka. Yang paling ekstrim adalah jika ada tetangga yang memiliki hajat, sebagai tetangga kita semestinya memberi sumbangan pada mereka. Yah, itu juga diluar anggaran. Tapi selamat buat saya, anggaran bisa pas sampai ibuk pulang ke rumah. HORE!

daaaan masih banyak lagi sebenarnya kisah pengalaman menjadi ibu rumah tangga. Dan saya masih jauh dari predikat ibu rumah tangga yang baik. Saya masih sering kelepasan marah-marah atau pulang terlalu larut yang bikin orang rumah khawatir. Apalagi kalo ada amggota keluarga yg menyebalkan, rasanya pengen pergi dari rumah, refreshing bareng temen2 sampe malam, tapi jelas itu tidak mungkin dilakukan. Pada akhirnya hari-hari yg saya lalui jadi tidak sebebas biasanya. Penuh dengan beban pikiran.

Now I'm officially back to my habit, a youngster. Tapi dengan menjadi ibu rumah tangga selama 40 hari ini saya jadi paham dan belajar tentang banyak hal. Sekarang saya tahu pentingnya seorang wanita untuk bekerja instead of ibu rumah tangga. Saya belajar rasanya memendam kemarahan, bersabar ekstra, dan berpikir lebih dewasa. Ibu rumah tangga yang baik pasti enjoy dalam mengerjakan semuanya, tapi untukku, mungkin untuk saat ini, saya lebih memilih bekerja. 


Dan sekarang saya tahu kenapa ibuk sangat menyukai pekerjaannya.

Antykahfi.

Saturday, November 3, 2012

Summer Comes to an End.

Saturday, November 3rd 2012
6:45 pm
It's already three!



Hey you, mblo! Now, I'm about same with you. My boyfie is now having a Protofolio trip with Tim Promo FE teams and I trap at home. This kinda thing which make me sad the most. I should have my-three-monthversary with him, at beach, together with my team-mates. I WISH I CAN ENJOY THE ATMOSPHERE OF BEACH AT 5 IN THE MORNING! But grandpa ruins anything. Inhale exhale.
Well, thinking the beach is staying still and hoping that another opportunities will come sooner is the best deal for me now.

Talking about beach, this one is my favorite beach! Pok Beach.
I came there last summer. The place is just close to Indrayanti Beach. The place is quite hard to find, but believe me, this beach is awesome. The sand was purely white. Even you can scrolling down above the sand. 
Yeah summer is over now. Gonna miss those summer sunshine and clear skies. But now, Rain is overwhelming. 



This is the best spot. The tree was kind of photogenic. lol




Palembang shirt given from him. Size for men, huh?



While people are dancing in the rain, we danced above the sand. Shoe-less.




Well, I'm enjoying this rest of satnite by watching some Korean dramas and Korean TV series all night long. Laughing and sipping my coffee. Not that bad.
Antykahfi.